You and I atau You and Me? Mana yang benar?

Malam ini saya ingin menulis yang ringan saja, berhubungan dengan lagu yang baru saja saya dengan, “You and I” Scorpion. Pernahkah anda dengar orang bilang “You and I” ? tetapi kadang juga kita dengan kalimat “You and me”. Manakah yang benar sebenarnya? Sebagai contoh kasus yang kita bahas ini, ada lagu lagu Scorpion yang berjudul “You and I” ? tetapi disaat yang sama ada lagu Lifehouse yang berjudul “You and me“.

Mari kita cermati kasusnya. English Grammar yang membutuhkan pemahaman tentang konteks dari kalimat tersebut. Bahkan kadang, jika kita menggunakan autocorrect atau aplikasi pemeriksa grammar, hal ini seringkali terlewatkan. Untuk kasus “You and I” dan “You and me” ini terkait pemahaman konteks seperti apa kata ini dalam kalimat dan kata ganti (pronoun) yang sesuai.

Contoh 1. You and I – Scorpion

Untuk kasus pertama, mari kita lihat penggalan liriknya, sehingga kita dapat rasakan konteks kalimatnnya.

You and I just have a dream
To find our love a place, where we can hide away
You and I were just made
To love each other now, forever and a day”

Dalam konteks kalimat ini, si penyanyi bermaksud meyampaikan konteks “You and I” sebagai sebagai subject. Dalam grammar disebutkan sebagai nominative case prounoun.

Contoh 2. You and Me – Lifehouse

Sekarang kita bandingkan dengan dengan penggalan lirik “You and Me” dari Lifehouse

“Cause it’s you and me and all of the people with nothing to do
Nothing to lose
And it’s you and me and all of the people
And I don’t know why, I can’t keep my eyes off of you”

Apakah anda dapat merasakan perbedaannya? You and Me berbicara dalam konteks objective pronoun (objectives case pronoun). Secara sederhana ini menempatkan “you and me”-nya sebagai object.

Pronoun

Untuk mengingatkan kembali terhadap pronoun, atau kata ganti dalam Bahasa Inggris, dikenal ada 3 kata ganti (pronoun) yaitu:

  1. Nominative Case Pronoun
  2. Objective Case Pronoun
  3. Possessive Case Pronoun
Ilustrasi, Photo by Irene Strong on Unsplash

Summary

Penggunaan kata ganti perlu dilihat konteks penggunaannya, apakah sebagai nominative pronoun, objective pronoun, ataukah sebagai possessive pronoun.

Penggunaan kata ganti yang sesuai akan memperjelas pemahaman akan arti konteks kalimat yang disampaikan.

Terima kasih sudah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar

Referensi:

  • Seglin, J. L., Coleman, E., A., & Amacom. (2002). The AMA Handbook of Business Letters (3rd ed.). New York, United States: AMACOM.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.