Bagaimana Membuat Paragraph yang Logic, Coherence dengan Transitional Words

Menulis merupakan salah satu kemampuan dasar yang diajarkan dari usia dini. Menulis tidak hanya membutuhkan kesabaran, tetapi juga keterampilan. Jika dilihat dari fungsi dan tujuannya ada banyak ragam cara dan panduan, dari mulai menulis bisnis (business writing), menulis Teknik (technical writing), menulis kreatif (creative writing), dan banyak lainnya.

Pada saat menulis, ide dan maksud dari tulisan haruslah dapat disampaikan dengan mudah dan dimengerti. Informasi yang disampaikan haruslah dapat mengalir sehingga mudah dipahami, dikenal dengan istilah coherence. Terkait coherence, saya pun masih belajar bagaimana membuat tulisan dengan coherence yang baik. Sebelum kita bahas lebih jauh, mari kita cermati apa itu coherence.

Apa itu coherence?

  • coherence, Pronunciation /kə(ʊ)ˈhɪər(ə)ns/ /kə(ʊ)ˈhɪərəns/

Mengacu kepada definisi OXFORD, Coherence berarti : The quality of being logical and consistent.

Mengapa coherence penting?

Coherence penting untuk menghubungan ide atau pesan antar kalimat di dalam suatu paragraph atau antar paragraph.

Diantara paragrapH (within paragraphs)

Sehingga kalimat memiliki logika, jelas, dan keterkaitan yang baik (smooth linking) dan ide yang mengalir.

Antar paragrapH (between paragraphs)

Sehingga paragraph setelahnya memiliki pengertian yang jelas serta flow yang smooth akan suatu gagasan.

Bagaimana membuat suatu paragrapH coherence?

Untuk membuat paragraph yang coherence, ada dua teknik yang dikenal dan dapat digunakan yaitu:

  • Menggunakan kata dan frase transitional
  • Menggunakan perulangan kata (key words) dan frase (phrases)

Dalam tulisan ini, saya hanya akan membahas penggunaan kata atau frase transitional.

Transisitional Words dan Phrases

Dilihat dari fungsi dan logikannya, kata penghubung atau peralihan (transitional words) ataupun frase peralihan terdiri dari 7 (tujuh) kelompok. Berikut adalah kategori transitional words dan phrases:

  1. Addition
  2. Comparison / Similarity
  3. Contrast
  4. Illustration
  5. Cause-effect
  6. Time or space
  7. Summary or conclusion
  • Addition: ini digunakan jika paragraph berikutnya sifatnya “penambahan” informasi dari sebelumnya. Kata atau frase yang digunakan adalah: Also, and, finally, first (second, etc.), furthermore, in addition, likewise, moreover, similarly.
  • Comparison: ini digunakan jika paragraph sebelumnya dan sesudahnya sifatnya “membandingkan”. Kata atau frase yang digunakan adalah: In the same way, in the same manner, likewise, similarly
  • Contrast: ini digunakan jika paragraph sebelum dan sesudahnya sifatnya sesuatu yang “kontras”. Kata atau frase yang digunakan adalah: Although, but, however, nevertheless, on the other hand, yet
  • Illustration: ini digunakan ketika kita akan “memberikan contoh” atau ilustrasi. Kata atau frase yang digunakan adalah: For example, for instance, in other words.
  • Cause-effect: ini digunakan ketika kita hendak menunjukan hubungan “sebab-akibat” antar paragraph. Kata atau frase yang digunakan adalah: As a result, because, consequently, hence, so, therefore, thus
  • Time or space: ini digunakan untuk mengindikasikan “tempat” atau suatu peletakan. Kata atau frase yang digunakan adalah: Above, around, earlier, later, next, to the right (left, east, etc.), soon, then
  • Summary or conclusion: ini digunakan untuk membuat “kesimpulan” atau konklusi. Kata atau frase yang digunakan adalah: At last, finally, in conclusion, to conclude, to summarize

Ringkasan

Untuk merangkum apa yang telah ditulis diatas, pada saat kita menuliskan paragraph kita perlu memperhatikan coherence-nya. Salah satu teknik yang digunakan adalah penggunaan kata atau frase transisional.

Ada 7 kategori kata atau frase transisional:

  1. Addition: Also, and, finally, first (second, etc.), furthermore, in addition, likewise, moreover, similarly 
  2. Comparison / Similarity: In the same way, in the same manner, likewise, similarly
  3. Contrast: Although, but, however, nevertheless, on the other hand, yet
  4. Illustration: For example, for instance, in other words
  5. Cause-effect: As a result, because, consequently, hence, so, therefore, thus
  6. Time or space: Above, around, earlier, later, next, to the right (left, east, etc.), soon, then
  7. Summary or conclusion: At last, finally, in conclusion, to conclude, to summarize

Penggunaan kata-kata atau frase penghubung di atas sangat bergantung kepada jalan pikiran penulis. Risiko minimal adalah pesan kita tidak dapat disampaikan, sedangkan risiko yang besar adalah kesalahan penafsiran konteks kalimat atau paragraph.

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.