FIDIC, Dispute Contract dan Urutan Prioritas Dokumen

Perjanjian kerja biasanya ditandatangani oleh banyak perwakilan dari pihak pemberi kerja (employer) dan penerima kerja (contractor). Beberapa dokumen biasanya pun menjadi lampiran atau kelengkapan dari dokumen kontrak itu.

Seiring berjalannya waktu pekerjaan, kadang muncul perbedaan pendapat dalam menafsirkan pasal, atau klausul yang ada di kontrak. Tak hanya itu, seringkali ditemukan ketidaksesuaian antara dokumen yang ada di kontrak dan lampirannya. Perdebatan pun kadang memburuk, apalagi jika hal tersebut berhubungan dengan klaim biaya, atau denda.

Pada tulisan kali ini, penulis hendak membahas prioritas dokumen dengan merujuk ke FIDIC, penyebab munculnya dispute, serta beberapa saran untuk employer dan contractor.

Urutan Prioritas Dokumen Contract Agreement

Karena dokumen kontrak serta lampirannya merupakan dokumen penting yang perlu dipahami dan disetujui oleh kedua belah pihak, serta banyak perwakilannya maka prioritas dokumen perlu disusun sedemikian rupa dengan memperhatikan prioritasnya.

Adapun untuk kontrak yang menggunakan FIDIC sebagai acuan (1.5), urutannya adalah sebagai berikut:

  1. Kontrak Perjanjian (The Contract Agreement)
  2. Letter of Acceptance
  3. Letter of Tender
  4. Kondisi khusus (Particular Condition)
  5. Kondisi umum (General Condition)
  6. Employer’s Requirements ( the Employer’s Requirements)
  7. Schedule ( the Schedules)
  8. Proposal Contractor ( the Contractor’s Proposal and any other documents forming part of the Contract)

Perlu diingat bahwa No.7 schedule ini berarti Specification, drawings, bill of quantities, dan schedule proyek.

Untuk kontrak yang tidak memakai FIDIC sebagai acuan, prioritas dokumen perlu disebutkan secara jelas, diketahui, dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dari Employer dan Contractor.

Mengapa timbul dispute terhadap Contract Agreement

Pada banyak kasus, seringkali perbedaan pendapat itu muncul bukan hanya karena perbedaan penafsiran, tetapi juga disebabkan oleh adanya ketidaksesuaian antara klausul, pasal, atau ketentuan pada dokumen kontrak serta lampiranya.

Setidaknya ada beberapa kemungkinan penyebab munculnya dispute dari pihak Employer maupun pihak Contractor.

Drawing atau Bill of Quantities?

Ini pertanyaan klasik, jika terjadi discrepancy antara drawing dengan bill of quantities, mana yang lebih kuat?

Jawaban saya itu bergantung kepada kontraknya. Perlu dicatat bahwa untuk perjanjian contract dimana ditentukan oleh pengukuran (measurement), Bill of quantities merupakan dokumen schedule yang paling penting. Ini sesuai dengan guidance FIDIC di Notes on the preparation of tender documents.

Untuk kontrak yang tidak menyebutkan prioritas dokumennya, saya berpendapat untuk mengikuti susunan outline dimana dokumen tersebut diatur dengan perjanjian kontraknya. Meskipun ada yang berpendapat bahwa drawing is governing, atau gambar yang lebih utama.

Penyebab Dispute terhadap Contract Agreement

Employer

Berikut adalah beberapa faktor penyebab munculnya dispute akibat adanya ambiguitas (ambiguity) atau ketidaksesuaian (discrepancy) dari pihak Employer:

  1. Dokumen tender tidak dipersiapkan oleh engineer yang qualified. Yang familiar dengan aspek technical yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.
  2. Kualitas perjanjian kontrak serta klausulnya yang lemah
  3. Klausul-klausul kontrak tidak direview oleh laywer yang qualified.
  4. Tidak adanya letter of tender, yang menyatakan bahwa Employer dan Contractor secara bersama telah memahami keseluruhan dan urutan prioritas dokumen.
  5. Engineer tidak segera mengirimkan instruksi atau notifikasi jika adanya ketidaksesuaian (discrepancy) kepada pihak Employer ataupun pihak Contractor.

Contractor

Berikut adalah beberapa faktor umum yang dilakukan oleh pihak Contractor:

  1. Contractor kurang memahami klausul dan keterkaitan antara klausul kontrak.
  2. Contractor terkadang kurang memahami perbedaan tipe kontrak serta tipe pekerjaan yang dihadapinya
  3. Contractor tidak memiliki cukup waktu atau orang yang qualified untuk mereview aspek legal.
  4. Contractor masih banyak ber-mindset bahwa semua akan dapat diselesaikan dengan variation order atau change order.
  5. Keengganan Contractor untuk mengklarifikasi hal-hal yang dinilai masih ambigu kepada pihak Employer.
  6. Segera menotifikasi pihak employer jika menemukan discrepancy.

Saran Perbaikan

Dari pengalaman bekerja di pihak Contractor dan on behalf Employer, Berikut adalah beberapa saran untuk perbaikan:

Employer

  1. Memiliki atau menunjuk Engineer qualified untuk penyusunan dokumen tender, yang tidak familiar aspek teknik, tetapi juga aspek management.
  2. Memiliki contract engineer atau menunjuk lawyer qualified untuk mereview kontrak kerja sebelum ditandatangani.
  3. Merujuk kepada standar code Internasional yang sesuai, misalnya FIDIC, untuk menstandarkan kontrak dan klausul kerja
  4. Menyediakan waktu yang cukup untuk contractor mempelajari contract dan seluruh dokumen kelengkapannya.
  5. Memastikan kembali bahwa Contractor telah memahami seluruh klausul serta proses flow yang perlu dilakukan jika ditemukan discrepancy dalam dokumen tersebut.

Contractor

  1. Memiliki contract engineer atau laywer yang mereview contract sebelum ditandatangani.
  2. Pihak management menunjuk sejumlah engineer untuk mereview dan memeriksa jika ada ketidaksesuaian (discrepancy) pada dokumen kontrak dan seluruh lampirannya.
  3. Memberikan training atau pelatihan contract and dispute management kepada jajaran pegawainya.
  4. Memperkuat jajaran contract engineer / contract management-ya jika berhadapan dengan kontrak perusahaan multinasional.
Ilustrasi

Simpulan

  • Selain kelengkapan serta kualitas informasi dari dokumen tender, urutan dokumen yang disertakan pada perjanjian kontrak menjadi penting.
  • Discrepancy yang terdapat didokumen akan mudah diselesaikan jika pihak Contractor dan Employer memiliki pemahaman yang sama, tertulis dan disepakati.
  • Urutan prioritas dokumen dapat merujuk ke code atau standar Internasional, misal FIDIC, atau sesuai urutan yang telah disepakati kedua belah pihak. Perlu diingat bahwa tipe kontrak kerja pun dapat mempengaruhi seberapa penting dan urutan dari sebuah dokumen.
  • Adalah penting untuk memiliki technical engineer, contract engineer, atau lawyer, sehingga anda dapat dibantu untuk mereview dokumen kontrak dan turunannya sebelum penandatanganan kontrak.

Kembali ke atas | Kembali ke urutan dokumen

Referensi

  1. FIDIC for Construction (RED BOOK), Conditions of Contract for Construction.

Anda mempunyai tanggapan, pertanyaan atau pengalaman terkait hal ini? silahkan tinggalkan komentar di bawah ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.