9 Fakta Menyakitkan dan Alasan Untuk Tidak Jadi Blogger

Dunia Blogging merupakan dunia kreativitas menulis. Banyak orang meraih pundi-pundi rejeki dari dunia ini. Dari mulai yang memetik keuntungan dari jualan produknya, dari iklan yang dipasangnya, atau bahkan dari hanya jumlah pengunjung halaman blognya. Setelah cukup lama menekuni dunia blogging, saya ingin berbagi tentang alasan untuk tidak jadi blogger.

Kenyataan itu kadang tidak sesuai dengan harapan. Begitu pula kadang terjadi di dunia blogging. Ya, Berikut adalah 9 alasan untuk anda pertimbangkan sebelum memulai menekuni bidang ini.

1.perlu uang untuk data internet

Kata siapa menjadi blogger itu murah? nyatanya tidak. Meskipun untuk sign-up blog di WordPress atau blogger, anda bisa mendapatkan blog gratis, tapi anda harus pikirkan kembali berapa biaya untuk paket internet yang diperlukan untuk secara rutin menulis dan meng-upload tulisan anda di blog tersebut.

2.Untuk theme premium, anda harus membayar

Setelah anda mendapatkan account blog, anda pasti ingin tampilan blog anda bagus. Tampilan ini erat kaitannya dengan theme yang dipasang. Anda bisa mendapatkan themes gratis yang banyak tersebar. Itu tidak berlaku untuk theme yang bagus, anda perlu membayarnya. Masih berminat jadi blogger?

3.Perlu beli plugin premium

Plugin merupakan semacam aplikasi yang dapat diinstallkan di halaman blog anda. Banyak fungsi dan feature-nya yang dapat membantu mengelola blog lebih baik. Dari mulai plugin maintenance, visitor, spam dan lain sebagainya.

Untuk plugin-plugin bagus, anda juga perlu membayar lho? Bahkan untuk blog di wordpress, anda harus menjadi account business dahulu jika ingin meng-install plugin.

4.Perlu waktu riset, menulis, dan mereview, dan merevisi

Jika anda termasuk orang yang “Time is money“, tampaknya anda perlu mempertimbangkan banyaknya waktu yang perlu habiskan untuk riset, menulis, dan merevisi tulisan blog anda.

Untuk membuat tulisan dengan konten yang bagus, tentunya anda perlu melakukan research. Proses menulis pun kadang memerlukan waktu yang tidak sedikit. Jika pun anda telah menyelesaikannya, anda perlu waktu untuk mereview dan merevisi tulisan anda.

Ilustrasi Blogger (Credit: Unsplash)


5.Dapatkan uang dari blog itu tidak mudah

Banyak sekali artikel yang menyebutkan kesuksesan seseorang dari dunia blogging. Ya, itu bukan tidak mungkin, dan memang ada. Tetapi anda perlu ketahui banyak orang juga yang hanya menyia-siakan waktunya di blog.

Memang ada beberapa cara mendapatkan uang lewat blog, dari mulai iklan Google Adsense, Adwords dari WordPress, Affiliate seperti clickbank, dan menjual produk.

Tetapi perlu anda ingat, bahwa tidak hanya anda yang menulis dan melakukan hal yang serupa.

6.Tidak semua artikel dapat di-monetize

Jika anda mencoba salah satu cara mendapatkan uang via blog dengan memonetize konten blog anda, semisal dengan Google Adsense, perlu anda ketahui bahwa peraturan Google untuk sebuah blog itu dapat dipasangi iklan itu sangat ketat.

Iklan

Lama waktu proses pengajuan pun bisa beragam, dari mulai hitungan hari sampai bulan. Dan itu pun belum tentu disetujui lho.

Silahkan baca artikel terkait:

7.Perlu meraih viewer yang banyak

Jika anda berhasil disetujui oleh Google untuk dipasangi iklan, via Google Adsense, tantangan berikutnya adalah viewer. Perlu anda ketahui jumlah viewer pun menentukan berapa banyak uang yang dapat dihasilkan dari jumlah kunjungan ke blog anda.

Belum lagi jika anda mengharapkan uang dari iklan yang dipasang. Karena itu hanya akan menghasilkan uang jika iklan tersebut di click dan dilihat sampai selesai, istilahnya adalah pay per click.

Ilustrasi Pembaca Blog

Jumlah uang yang anda dapatkan dari setiap click itu bervariasi, dari mulai Rp. 100,- sampai dengan Rp, 300,- kecil bukan? Belum lagi jumlah uang itu harus dikumpulkan sampai nominal tertentu ($ 100) sebelum Google mengirimkannya.

Berapa banyak dari anda yang suka meng-click iklan yang muncul di suatu halaman yang anda kunjungi? tentu tidak banyak kan.

8.Uang Google Adsense dapat Hangus

Betul, lagi lagi aturan Google Adsense sangat ketat. Banyak ketentuan untuk kunjungan dan pay per click (PPC) itu dihargai dengan uang. Jika anda melanggar atau terindikasi melanggar aturan tersebut, jumlah uang yang telah anda kumpulkan itu bisa hangus, dan anda tidak dapat menggugat Google untuk kebijakan tersebut.

9.Orang Indonesia tidak suka membaca

Saya pikir anda pasti setuju, bahwa tingkat literasi dan minat baca orang Indonesia itu rendah. Jika dibandingkan dengan melihat Youtube atau Live Instagram, peminat orang untuk mengunjungi dan membaca sebuah blog itu sangat rendah.

Jadi, apakah anda sudah punya gambaran kesulitan apa saja yang akan anda hadapi jika ingin menekuni dunia blogging? Sudah siapkah anda jadi seorang blogger?

Punya pengalaman atau komentar terkait artikel ini? silahkan tinggalkan komentar di bawah ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.