Mengenal Basoeki Abdullah, Maestro Lukis Indonesia dan Karyanya

Tercatat pada abad ke-20, Indonesia memiliki tiga maestro pelukis yang bertaraf internasional. Ketiga pelukis tersebut ialah Affandi (1907 – 1990), S. Sudjojono (1913 – 1986), dan R. Basoeki Abdullah (1915 – 1993).

Kali ini penulis ingin membahas tentang R. Basoeki Abdullah, atau yang akrab dikenal Basoeki Abdullah.

Siapa itu Basoeki Abdullah?

Basuki Abdullah (Sumber Gambar: Tribunnews.com)

Basoeki Abdullah lahir di Desa Sriwidari, Surakarta (Solo) Jawa Tengah, 27 Januari 1915.

Lahir dari pasangan R. Abdullah Suryosubroto dan Raden Nganten Ngadisah. Tak banyak yang tahu bahwa kakeknya adalah dokter Wahidin Sudirohusodo (1857-1917), salah seorang tokoh sejarah Kebangkitan Nasional Indonesia, pada awal tahun 1900-an.

Basoeki Abdullah memiliki nama lengkap Fransiskus Xaverius Basoeki Abdullah.

Basoeki sudah mulai melukis pada usia 4 tahun.

Pendidikan Formal

Semasa hidupnya Basoeki Abdullah telah menempuh beberapa jenjang pendidikan formal, antara lain:

1. HIS (Hollands Inlandsche Scool),

2. MULO (Meer Ultgebried Lager Onderwijs).

3. Academie Voor Beeldende Kunsten (The Royal Academy of Art), Den Haag, Belanda

Basoeki Abdullah meraih penghargaan sertifikat Royal International of Art (RIA). Setelah dari Den Haag, Belanda, Basoeki Abdullah juga mengikuti pelajaran semacam studi banding di sejumlah sekolah seni rupa di Paris dan Roma.[1]

Apa aliran lukisnya Basoeki Abdullah?

Aliran lukisannya adalah realism atau dalam Bahasa Indonesia disebut realis.

Realism, terkadang disebut juga naturalism, di bidang seni secara umum diartikan cara untuk merepresentasikan benda yang menjadi subjek apa adanya, tanpa adanya rekayasa dan menghindari perubahan artistik, atau implausibilitas, eksotik, dan elemen-elemen supernatural.[2]

Tentang apa saja lukisan yang dibuat Basoeki Abdullah?

Secara umum, subjek lukisan Basoeki Abdullah dapat dikelompokan menjadi 5 jenis, yaitu: potret, figur manusia, kebangsaan, landscape alam, dan drama mitos & spiritualitas.

Khusus untuk figur manusia, seperti halnya para pelukis dunia lainnya, Basoeki Abdullah pun banyak membuat karya figur manusia yang utuh, kadang tanpa busana.

Berikut adalah berapa karya lukisan dari Basoeki Abdullah yang penulis dapatkan dari berbagai sumber.

I.Potret

Ratu Juliana

(Sumber:kemdikbud.go.id)

Lukisan ini bisa jadi yang mengantarkan Basoeki Abdullah ke kancah internasional. Lukisan dalam rangka penobatan Ratu Juliana, 6 September 1948.

Benua Eropa pun sempat dibuat geger pada tahun 1948 ketika lukisan Beliau terpilih sebagai pemenang, mengalahkan 87 pelukis Eropa, saat diberlangsungkan sayembara lukis dalam rangka penobatan Ratu Juliana. Saat itulah daratan Eropa mengenal Basoeki Abdullah dan Indonesia, sebagai Negara yang berbudaya dan berseni tinggi.  — Museum Basuki Abdullah.or.id

Bung Karno

(Sumber: Museum Basoeki Abdullah)

Bung Hatta

(Sumber: Museum Basoeki Abdullah )

Ferdinand Marcos

(Sumber: Museum Basoeki Abdullah)

Sebenarnya masih banyak tokoh dunia yang dilukis oleh Basoeki Abdullah, diantaranya adalah : Imelda Marcos (Philipines), Lee Kwan Yew (Singapore), Hassanal Bolkiah (Brunei), Soeharto & Ibu Tien (Indonesia), dan masih banyak lagi.

II.Figur Manusia

Basoeki Abdullah semasa hidupnya banyak menghasilkan karya yang mengangkat subjek figur manusia tak hanya di Indonesia, akan tetapi negara lain. Hal ini mengingat bahwa bukan hanya sebagian hidupnya dihabiskan menetap di negara lain, tetapi memang karena luasnya wawasan beliau.

Balinese Beauty

Kecantikan wanita memang memiliki daya tarik tersendiri, tak terkecuali bagi seorang Basoeki Abdullah. Banyak diantara karyanya melukiskan sosok wanita, kecantikan gadis Bali contohnya.

(Sumber: wikipedia)

Senyumannya menawan bukan? Lukisan ini dibuat Basoeki Abdullah dengan subjek kecantikan gadis Bali. Lukisan ini terjual di Balai Lelang Christie, Singapura, pada tahun 1996.

Gadis Bali

Entah mengapa gadis Bali banyak menjadi inspirasi, seperti lukisan dengan judul “Gadis Bali” berikut yang masih mengangkat kecantikan gadis Bali.

(Sumber: ivaa-online.org)

Upatjara Pembakaran Djenazah di Bali

Prosesi ritual yang ada di Bali pun tak luput dari sapuan kuas Basoeki Abdullah, seperti lukisan yang berjudul “Upatjara Pembakaran Djenazah di Bali” ini.

(Sumber: ivaa-online.org)

III. Kebangsaan

Meskipun untuk sebagian orang meragukan jiwa nasionalismenya Basoeki Abdullah, karena tinggal lama di luar negeri, akan tetapi itu dijawabnya dengan karya-karya bertema kebangsaan atau perjuangan Indonesia meraih kemerdekaan.

Penulis berpendapat bahwa ini memang cara Basoeki Abdullah untuk berjuang, sebagai sorang seniman lukis, yaitu dengan kanvas dan kuas lukisnya.

Diponegoro Memimpin Pertempuran

(Sumber: Museum Basoeki Abdullah)

Teuku Umar

Pahlawan nasional dari tanah Aceh ini pun diabadikan oleh Basoeki Abdullah dalam karya lukisannya.

Poster dengan Lukisan Teuku Umar (Sumber: Museum Basoeki Abdullah)

IV. Landscape Alam

Banyak karya Basoeki Abdullah melukiskan pemandangan atau landscape alam. Ini menandakan bahwa Basoeki Abdullah memang maestro lukis yang kaya inspirasi.

Kust van Flores

(Sumber Pinterest)

Berbicara tentang keindahan pantai Indonesia, Basoeki Abdullah membuat karya lukis yang berjudul Kust van Flores.

Ngarat Minangkabau

Salah satu objek wisata di daerah Sumatera Barat, Ngarai Sianok, pun tidak luput dari sentuhan seninya. Panoramanya pun dituangkan ke dalam karya yang sangat apik.

(Sumber:Pinterest)

V. Drama, Mitos & Spiritualitas

Nusantara memang kaya akan mitos, legenda dan unsur spiritualitas. Hal itu pun nampaknya menjadi subjek menarik bagi seorang Basoeki Abdullah dalam berkarya dari mulai cerita rakyat hingga pewayangan. Berikut diantara karya-karyanya.

Joko Tarub

Apakah anda pernah mengenai cerita Joko Tarub? Tentang seorang yang mengambil pakaian (atau selendang di cerita yang lain) dari 7 bidadari kahiyangan yang sedang mandi. Menariknya, dilukisan ini digambarkan jumlah bidadarinya hanya berjumlah 6 orang saja, mengapa ya?

(Sumber: Bagian Pengelolaan Seni Budaya dan Tata Graha, Sekretariat Presiden)

Pertempuran Gatutkaca Lawan Antasena Memperebutkan Sembadra

(Sumber: Bagian Pengelolaan Seni Budaya dan Tata Graha, Sekretariat Presiden)

Lukisan diatas dibuat pada tahun 1933 saat Basoeki Abdullah masih berumur 17 tahun. Suatu hasil karya yang mengagumkan bukan?

Lukisan ini terpasang di Ruang Film, Gedung Induk Istana Kepresidenan Bogor.

Gatutkaca dan Antasena sedang Bertarung

(Sumber: Bagian Pengelolaan Seni Budaya dan Tata Graha, Sekretariat Presiden)

Mirip bukan dengan lukisan sebelumnya? Betul karena lukisan ini dibuat kembali pada tahun 1955 tanpa sosok Sembadra. Ini berarti dibuat setelah jeda waktu 23 tahun.

Lukisan ini pun terpasang di Ruang Film, Gedung Induk Istana Kepresidenan Bogor.

Jika Tuhan Murka

(Sumber: Bagian Pengelolaan Seni Budaya dan Tata Graha, Sekretariat Presiden)

Lukisan ini disimpan di Ruang Film Gedung Induk Istana Kepresidenan Bogor.

Maria Assumpta

Lukisan ini dibuat pada saat Basoeki Abdullah berada di Belanda. Diberikan kepada Serikat Jesuit di Nijmegen Belanda. Lukisan ini menjadi buah bibir karena menggabungkan imajinasi dan asimilasi budaya antara Barat dan Timur.[3]

(Sumber : kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Jika anda ingin melihat lukisan ini secara langsung, lukisan tersimpan di Aqua Viva, Nijmegen, Belanda.†

Nyai Roro Kidul

(Sumber: Historia.id)

Dari sekian banyak lukisan, lukisan Nyai Roro Kidul inilah yang paling mempunyai banyak kisah, salah satunya hanya lukisan ini yang memang memakai model wanita cantik.

Sebetulnya Basoeki Abdullah melukis 6 buah lukisan yang bertema Nyi Roro Kidul, tapi lukisan inilah yang paling terkenal.

Silahkan lihat video singkatnya ya. Semoga bermanfaat.

Dimana bisa melihat lukisannya secara langsung?

Anda dapat mengunjungi salah satu tempat berikut:

1. Museum Basoeki Abdullah

2. Istana Negara Bogor

3. Istana Negara Yogyakarta

Sumber referensi:

1.Museum Basoeki Abdullah

2.Wikipedia

3.Historia.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.