Mengapa Idul Fitri disebut Hari H, sebelumnya H- dan sesudahnya H+ ?

Tak terasa, hari ini sudah H-7 sebelum Idul Fitri 1440 H, di tahun 2019 Masehi.

Sudah menjadi sesuatu yang umum, hari sebelum lebaran disebut H- (H min) dan setelahnya disebut H+ (H plus).

Mengapa hari Idul Fitri disebut hari H? Sejak kapan?

Saya juga penasaran, akhirnya pun mencari info. Ternyata ini terkait dengan penerjemahan istilah dari Bahasa Inggris “Day D”, diserap ke dalam Bahasa Indonesia menjadi “Hari H”.

Sumber foto: wikipedia

Day D, D sendiri singkatan dari “day”; dikaitkan dengan istilah untuk operasi militer pada 6 Juni 1944. Ketika pasukan sekutu berhadapan dengan Jerman di Normandy, Perancis. Lengkapnya disini.

Sampai H- atau H+ berapa biasanya?

Biasanya hanya dihitung seminggu sebelum dan setelah “hari H”.

Jadi lazimnya akan ditemui H-7, H-6… H, H+1, H+2, … dan seterusnya.

micecartoon.co.id

Untuk peristiwa migrasi sementara, yang biasa disebut mudik hari H ini pun unik. H min identiknya dengan arus mudik, sedangkan H plus disebut arus balik.

Jadi sejatinya penamaan hari H tidak hanya berlaku untuk lebaran atau Idul Fitri ya…bisa untuk hari spesial yang lain.

Jadi anda mudik H min berapa dan balik H plus berapa? Jangan lupa oleh-olehnya.

Iklan

2 tanggapan untuk “Mengapa Idul Fitri disebut Hari H, sebelumnya H- dan sesudahnya H+ ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.