Stories of the Philippines (Part 2) : Land of Jeepney, King of the Philippines Road

Berpergian di Philippines, tentulah pasti menemukan “Jeepney“. Lebih asyik jika anda melancong ke Philippines, ada baiknya anda mencoba naik jeepney. Sekedar menguji kemampuan anda survive di negeri orang kan?

Apa itu Jeepney? Jeepney adalah sejenis moda transportasi khas Philippines, yang pada awalnya dibuat dari hasil modifikasi mobil Jeep peninggalan militer Amerika di saat Perang Dunia ke II, panjangnya dimodifikasi supaya muat penumpang lebih banyak.

Bentuk aslinya jeepney seperti mobil jeep, akan tetapi sekarang sudah ada desain jeepney yang lebih modern. Saya sih termasuk suka tipe yang klasik.

jeepney_modernization
Jeepney : Classic Design (Left) – Modern Design (Right)

Jumlah jeepney saat ini ada sekitar 180.000 tersebar di seluruh wilayah.

Berapa jumlah penumpang yang dapat diangkut? rata-rata 21 orang penumpang; sebagian jeepney yang lebih panjang dapat memuat lebih dari itu.

Berapa harga ongkosnya? Itu tergantung dari jauh dekat tujuan. Mulai dari 9 peso (sekitar Rp. 2.500) untuk jarak dekat sampai dengan 20 peso (sekitar Rp. 5.000).

Ada beberapa hal unik yang seputar Jeepney:

1. Cara memberhentikan Jeepney
Cara naik Jeepney ini dengan hanya melambaikan tangan, otomatis jeepney akan berhenti tepat disamping anda.

jeepney-101817

2. Cara bayar
Ketika sudah naik, untuk yang pertama kali pasti bingung bayarnya karena  tidak ada kondektur. Ongkos anda harus diberikan kepada penumpang terdekat sampai ke sopir.

050718_JEEPNEY-FARE-HIKE_KASIBAN-12
Anda hanya perlu bilang ke sebelah anda pada saat memberikan uang “bayad po“, artinya “bayar” dengan akhiran po yang menandakan rasa hormat.

Ketika supir menerima uang tersebut, dia akan bertanya tujuan dan jumlah orang. Kemudian memerika uang anda, dan jika ada kembalian, supir akan menghitung kembaliannya. Ini dia lakukan sambil mengemudi lho!

Jika ada uang kembalian, maka supir akan berikan ke penumpang terdekat untuk diantar sampai ke tangan anda. Jika sudah sampai tangan anda, jangan lupa bilang “salamat“, artinya terima kasih.

Jadi jika anda duduk di dekat supir, siap-siap saja tangan anda tidak berhenti melayani yang bayar. Atau jika tak ada penumpang lain, anda harus maju dulu dekati supir untuk memberikan ongkosnya.

3. Cara berhenti yang suka-suka
Pada saat anda sudah sampai tempat yang dituju dan ingin berhenti, anda hanya perlu bilang “satabilang po” atau “para“, yang kira-kira artinya tolong berhenti. Supir jeepney pasti langsung memberhentikan mobilnya, kapan pun dimana pun.

Mereka tidak memperdulikan apakah sedang di tengah atau berhenti setiap 10 meter. Karena ini yang jeepney kadang disebut “King of the Philippines Road

4. Patung Santo Nino atau rosario di dashboard mobil

Santo Nino
Ada hal yang menarik ketika naik jeepney, hampir kebanyakan supir jeepney menaruh pajangan di dashboard mereka berupa patung kecil Santo Nino, atau menggantungkan rosario di kaca mereka. Anda jangan coba-coba otak-atik pajangan itu ya.

5. Umumnya tidak punya pintu dan jendela tertutup
What….? tidak punya pintu dan jendela. Iya, FYI saja hanya sedikit jeepney yang punya pintu. Bahkan pintu sopir sekalipun. Jadi hati-hati ya kalau naik jeepney.

Jeepney aja
Credit Image: The Strait Times

Untuk jendela, mereka biarkan terbuka, hanya ada tersedia gulungan plastik untuk menutup jendela ketika hujan.

Ketika hujan, mereka perlu berhenti dulu dan membuka gulungan tersebut, kemudian melanjutkan perjalanan. Ketika sudah hujan sudah reda, supir akan menggulungnya kembali.

6. Tanda Rute trayek
Nah ini salah satunya yang sering bikin saya pusing dan salah naik jurusan jeepney. Karena mereka “hanya” meletakan semacam plang, semacam tanda kecil tujuan di kaca samping supir.

Tulisannya kadang kecil untuk dilihat dari kejauhan. Jadi anda perlu jeli mengenali atau anda tidak akan pernah bisa naik jeepney sesuai jurusan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Lebih uniknya, mereka akan mencopot plang tersebut dan menggantinya ketika melewati tempat tertera di plang.

7. No smoking
Hal terakhir ini yang saya salut ke Philippines, untuk angkutan umum termasuk jeepney, anda tidak akan menemui orang yang merokok.

img_5263

Terakhir, anda juga dapat naik Jeepney jurusan Manila – Jakarta. Ini rute terjauh saya rasa :), jeepney ini dapat anda temukan di KBRI Manila (Embassy of the Republic of Indonesia – Manila).

Semoga anda menyukai tulisan ini.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.