Strategi diet, alat, dan pilihan aplikasi untuk memonitor kemajuannya.

Saat ini saya sedang program penurunan berat badan, mungkin ini adalah cita-cita yang tak pernah terpikirkan waktu SD pas ditanya ibu guru. Cita-citaku adalah ingin kurus.

Suka jalan-jalan, icip-icip makanan, tidak suka berolahraga, akhirnya pun berat badan sudah masuk kategori obesitas.

pille-riin-priske-986371-unsplash
(Photo by Pille-Riin Priske on Unsplash)

Seperti lagu, ini this is not the end, just the beginning. Strategi pun disusun seperti halnya menyusun rencana proyek. Dari mulai perencanaan, tools dan sebagainya.

Langkah yang saya lakukan adalah:

  1. Niat ! karena semua berawal dari niat kan
  2. Beli timbangan badan ! jangan cuma modal niat atau komitmen aja, buktikan secara nyata. Karena saya fikir dengan timbangan digital, perubahan dapat kita monitor sampai 0.1 kg. Berbeda jika kita dengan timbangan manual, apalagi timbangan beras, jangan ya.
Digital Weight Meter

3. Hadapi pahitnya kenyataan. Hitung Body Mass Index, dari situ bukan perasaan lagi yang berbicara. Apakah saya itu overweight, atau obesitas. Pahit? Iya, tapi itulah kenyataan yang harus dihadapi. Cek kondisi kebutuhan kondisi tubuh anda dan tipe aktifitas anda di Calorie Calculator.

4. Menentukan strategi diet yang cocok buat saya. Karena saya tipe “I’ll do it my way”, tipe tidak suka mendengarkan saran, jadi saya tentukan sendiri apa yang cocok buat saya. Karena pada dasarnya hanya kita yang dapat mengontrol effort dan pengorbanannya. Mau diet berbasis asupan kalori, fitness, sedot lemak, itu semua kembali ke kita.

5. Mengetahui dan menentukan apa yang sebenarnya saya makan. Akhirnya dengan berat hati saya pilih basis asupan kalorinya. Saya pun membuat list makanan yang saya suka, dan kira-kira cocok buat diet sehat. Mengecek Nutrition Facts,  dan membuat tabulasinya supaya dietnya tidak bosan. Ketika menemukan makanan baru, saya update ditabelnya. Saya memilih slogan “Diet yang penting happy”.

Dari tabel itu saya menghitung kebutuhan 1200 kalori diet. Karena normal rata-rata kebutuhannya adalah 2000 kalori diet.


Silahkan baca juga:


Bagi yang ingin mendapatkan file-nya yang saya buat, silahkan tinggalkan komen ya. Nanti anda dapat tambahkan makanan yang anda suka dengan melihat nutrition facts label nya.

lays-classic

6. Continuous Improvement, Install aplikasi diet tracking. — Bagian dari continuous improvement, mengapa tidak saya terapkan dalam program diet?.

Ilustrasi program diet (Sumber : freepik)

Dan saya akhirnya menginstall aplikasi WeightFit (di Playstore – Android), MY Weight (di App Store – iOS). Karena sebagus apapun programnya, saya fikir tidak akan berhasil jika tidak dikontrol dengan rutin.

Tampilan dan fitur My Weight (iOS) dapat dilihat di bawah.

img_0013
img_0012
img_0014

Kelebihannya: Dapat menghitung target berat badan ideal, catatan penurunan badan, set kapan berat tersebut ingin dicapai, dan grafis forecast trend aktual vs target. Terlihat penurunan saya masih meleset jika ingin mencapai target.

Tampilan WeightFit

WeightFit
WeightFit Graph

Kekurangan WeightFit menurut saya adalah forecast dari trend penurunan berat badan vs target + iklan yang menutupi sebagian dashboard (tapi ya namanya gratisan).

Saya akan tetap post artikel ketika diet itu berhasil atau gagal :).

Selamat berjuang kawan !

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.